Entri Populer

Kamis, 27 Oktober 2011

Seks Bisa Sebabkan Amnesia

BAGI seorang perempuan, seks adalah aktivitas menyenangkan yang bisa membuat pikiran melayang. Tapi ada perempuan yang pikirannya benar-benar melayang alias menghilang setelah berhubungan seks, kok bisa?

Sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam edisi September Journal of Emergency Medicine melaporkan bahwa seorang perempuan berusia 54 tahun mengalami kehilangan ingatan setelah berhubungan intim dengan suaminya. Pasien tersebut datang ke unit gawat darurat Rumah Sakit Georgetown University, ia mengeluh tidak bisa mengingat apa-apa 24 jam sebelum mencapai klimaks.

Para peneliti kasus ini, Drs Kevin Maloy dan Jonathan Davis dari Georgetown, Mendiagnisis sang pasien dengan transient global amnesia, penyakit langka dengan kehilangan memori secara tiba-tiba. Menurut para ahli, kondisi bersifat sementara dan tidak mungkin terjadi lagi.

"Transient global amnesia disebabkan pengacakan sirkuit memori dalam otak, seringnya disebabkan oleh pemicu fisik atau emosional," kata Dr Carol Lippa, seorang profesor neurologi di Drexel University Medical School. "Dalam kasus pascacoital kasus, transient global amnesia mungkin berhubungan dengan perubahan aliran darah dalam pembuluh yang memberi makan area pembentukan memori pada otak. Konsekuensi ini sebenarnya jauh dari aliran darah yang terjadi selama seks," katanya seperi dikutip dari ABC News, Rabu (12/10).

Para ahli mengatakan penyebab TGA memang tak jelas, tetapi bisa terjadi setelah aktivitas fisik yang berat, sakit parah, atau tekanan psikologis.

Sekitar 3-5 dari 100 ribu orang mengalami kondisi ini setiap tahunnya, menurut studi tersebut. Pria dan perempuan di atas 50 tahun yang paling mungkin mengalami TGA.

Lippa pun mencatat bahwa seks dapat menyebabkan efek buruk lainnya pada kesehatan seseorang, termasuk serangan jantung bahkan serangan jantung mendadak, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Tapi, Lippa juga menyebutkan manfaat fisik dari hubungan seksual. "Seks bisa meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan stres, memperbaiki tidur, menciptakan ikatan antara pasangan, dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker," kata Lippa. "Kabar baiknya adalah bahwa kasus-kasus ini biasanya sembuh dalam waktu kurang dari satu hari dan mayoritas kasus tidak pernah kambuh."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar