Entri Populer

Sabtu, 14 Januari 2012

TRIK MENGATASI KEKASIH YANG MOODY

Sering bertengkar lantaran sang kekasih memiliki mood yang naik turun bak roller coaster? Jika ya, berarti pasangan Anda bisa dikategorikan sebagai pria moody, ladies! Untuk itu, Saya akan memberikan trik menyiasati tingkah pasangan Anda yang satu ini.

1. Kenali Jenis Moody-nya
Ada dua jenis sikap moody yang bisa Anda ketahui dari kebiasaan pasangan. Pertama, tanpa membicarakan tentang permasalahannya dengan Anda, sifat moody-nya pun datang seketika. Dan kedua, karena si dia memang tengah memiliki banyak masalah dalam pekerjaan ataupun finansialnya.
Nah, jika pasangan Anda memiliki sikap moody yang pertama – marah tanpa alasan yang jelas – Sudah jelas, ia adalah tipikal pria yang sensistif. Well.. untuk mengatasi kebiasaan buruknya itu, Anda pun harus segera mengambil tindakan, seperti memberikan jarak ke si dia untuk sementara waktu, atau mencoba mencari tahu permasalahan yang dimilikinya itu, dan berusaha menjadi pendengar yang baik.
2. Cari Tahu Permasalahannya
Beda dengan wanita yang lebih mudah menceritakan tentang masalah mereka, pria cenderung lebih tertutup tentang apa yang dirasakan dan yang dialaminya. Jadi, daripada menunggu ia menceritakan masalahnya, lebih baik jika Anda mencari tahu terlebih dahulu.
Tapi, jangan membuka percakapan dengan mengatakan, "Sayang, kamu mau membicarakan masalah kamu atau tidak?" Cosmo yakin si dia malah tak akan mengatakannya pada Anda. Cobalah dengan mengajukan pertanyaan yang sifatnya lebih “memancing” pasangan untuk bercerita. Semisal, "Bagaimana dengan kerjaan kamu hari ini?" Saat ia mendengarnya, ia pasti akan dengan senang hati menjawab plus menceritakan masalahnya pada Anda.

3. Berikan Ultimatum
Coba deh ingat kembali, sudah berapa lama Anda menerima sikap moody-nya ini? Jika sudah tak terhingga, wajar saja untuk Anda memberinya sebuah warning! Anda tentu tak mau menghabiskan waktu hanya dengan membiarkan sifatnya yang satu ini, kan? So, katakan padanya sebuah kalimat untuk mengubah sikapnya itu! Misalnya, “Honey, kalau kamu seperti ini terus, aku tak mau bertahan lebih lama lagi dengan kamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar